Home » » Dituduh Bocorkan Rahasia, Mantan Karyawan Opera Buka Suara

Dituduh Bocorkan Rahasia, Mantan Karyawan Opera Buka Suara

Ditulis Oleh: Unknown Pada Wednesday, May 1, 2013 | 19:27



OSLO - Opera Software menuduh mantan karyawannnya,  Trond Werner Hansen, membocorkan rahasia dagang ke sang rival Mozilla. Ingin membuktikan tak bersalah, Hansen akhirnya buka suara dengan mempublikasikan pernyataannya melalui blog.

Dalam pernyataannya, Hansen dengan tegas membantah telah membocorkan rahasia dagang Opera kepada Mozilla. Ia juga menceritakan awal mula menjadi konsultan di Opera hingga Mozilla.

"Setelah pergi (dari Opera) dan dua tahun kemudian, saya mengembangkan sebuah browser baru yang akan saya sebut disini sebagai "GB". GB hadir sebagai wujud sebuah konsep dan ide, tapi tidak pernah dikembangkan karena saya memutuskan untuk fokus pada proyek lain. Saya sebenarnya bertemu dengan Mozilla, Google, dan Flock pada 2007 untuk membicarakan tentang masa depan browser. Tapi pada akhirnya, saya memilih jalan yang berbeda pada tahun itu karena mengembangkan browser akan membutuhkan banyak pekerjaan," jelas Hansen, seperti dilansir dair The Next Web, Selasa (30/4/2013).

Lalu pada musim panas 2008, kata Hansen, pendiri dan CEO Opera pada saat itu Jon von Tetzchner mengajaknya bekerjasama dan memintanya memberikan kontribusi lebih untuk Opera. Dari situ, Hansen bercerita pada Tetzchner tentang GB dan mengusulkan kedua pihak bisa bekerjasama mengembangkan GB sebagai browser Opera yang disederhanakan.

Tetzchner disebut sangat tertarik dengan rencana Hensen, tapi ketika keduanya mulai membicarakan bisnis dan Hansen mengatakan bahwa ia tidak menginginkan gaji dan saham, melainkan 1 persen dari pendapatan pencarian sebagai kompensasi, terjadi penolakan. Tetchner mengatakan bahwa ia tidak bisa mengabulkan permintaan Hansen tersebut.

"Jadi tidak ada kesepakatan. Bahkan, tidak pernah ada semacam kesepakatan atau pengalihan kepemilikan konsep GB ke Opera," tuturnya.

Kisah berlanjut, karena tidak ada kesepakatan akhirnya Hansen hanya membantu Opera sebagai konsultan dari 2009 hingga 2010. Setelah itu, di penghujung kontrak konsultasi Hansen, Opera memutuskan tidak memperpanjang kontraknya.

Saat itu, Hansen mengatakan ia menginformasikan kepada CEO baru Opera Lars Boilesen bahwa dia kemungkinan akan mengejar untuk berkontribusi pada sebuah proyek open source seperti browser Firefox Mozilla. "Saya berpikir banyak dari ide orisinal GB dan saya ingin melihat ide-ide itu dimasukkan ke dalam kode. Dalam pertemuan dengan Lars, dia memahami keinginan saya dan niat saya juga telah jelas dalam email yang dikirim kepadanya. Tapi ia tidak pernah membalas email itu," ungkap Hansen.

Kemudian Hansen membuat kesepakatan konsultasi dengan Mozilla dan pada Juni 2012 ada sebuah video yang dipublikasikan yang menampilkan Hansen mempresentasikan sebuah purwarupa browser yang disebut 'Junior'. Presentasi di dalam video ini yang dipermasalahkan Opera karena perusahaan software asal Norwegia itu menilai ada inovasinya yang dibocorkan oleh Hansen kepada Mozilla.

Purwarupa 'Junior' tidak ada hubungannya dengan gugatan yang diajukan Opera terhadap Hansen. Tapi pada video yang sama, seorang karyawan Mozilla mempresentasikan sebuah fitur bernama Search Tabs, yang diklaim Opera, fitur itu membuktikan bahwa Hansen telah memberitahu Mozilla tentang rahasia dagangnya, sehingga menyebabkan Opera mengalami kerugian USD3.4 juta atau sekira Rp33 miliar. "Saya sangat tidak setuju dengan posisi mereka dan saya yakin tuduhan terhadap saya itu salah. Karena itu, saya akan membuktikannya," pungkas Hansen
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

Kritik dan Saran anda sangat Saya butuhkan....
Terima Kasih



Powered by Blogger.
 
Support : PLAT-M | Abenk-Cyber
Copyright © 2013. Abenk-Cyber - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger