OSLO - Opera Software mengajukan gugatan terhadap
mantan karyawan dan konsultannya dengan tuduhan telah membocorkan
rahasia dagang perusahaan kepada rivalnya, Mozilla. Sebagai bagian dari
gugatan tersebut, Opera mengajukan nilai ganti rugi sebesar USD3,4 juta
atau sekira Rp33 miliar.
Dilansir dari The Next Web, Selasa (30/4/2013), orang yang diseret oleh Opera ke pengadilan bernama Trond Werner Hansen, yaitu seorang desainer dan musisi yang berbasis di Oslo, Norwegia. Hansen bekerja dengan perusahaan software itu sejak 1999 hingga 2006, dan kembali lagi sebagai konsultan pada 2009 hingga 2010 atas permintaan Opera.
Setelah bekerja sekian tahun dengan Opra, kini perusahaan itu menuntutnya karena dinilai telah membocorkan rahasia perusahaan ke Mozilla yang merupakan pengembang browser Firefox sekaligus rival Opera. Sebagai bukti dari tuduhan, Opera merujuk pada sebuah video yang menampilkan Hansen dan pimpinan desain produk Firefox Alex Limi berbicara mengenai proyek 'Junior'.
Hansen bekerja dengan Mozilla pada tahun lalu untuk mendesain dan mengembangkan sebuah purwarupa browser untuk iPad dengan kode nama 'Junior'. Dalam video itu, Hansen berbicara tentang proyek 'Junior' yang ternyata membuat Opera kesal karena Limi menunjukkan sejumlah inovasi yang telah dibuat oleh Opera atau kemungkinan masih sedang dalam tahap pembuatan.
Kabar tentang gugatan ini pertama kali dilaporkan oleh surat kabar bisnis Norwegia, Dagens Næringsliv pada pagi ini, waktu setempat. Hansen juga telah membenarkan tentang gugatan yang diajukan Opera terhadapnya.
Hansen menolak berkomentar tentang sejarahnya di Opera, tapi mengatakan bahwa ia dan pengacaranya bertekad untuk membuktikan ia tidak bersalah. Sejauh ini, Hansen masih tetap dengan pendiriannya dan pengacaranya belum melakukan kontak langsung dengan Opera sebagai tindak lanjut kasus ini di pengadilan.
Dilansir dari The Next Web, Selasa (30/4/2013), orang yang diseret oleh Opera ke pengadilan bernama Trond Werner Hansen, yaitu seorang desainer dan musisi yang berbasis di Oslo, Norwegia. Hansen bekerja dengan perusahaan software itu sejak 1999 hingga 2006, dan kembali lagi sebagai konsultan pada 2009 hingga 2010 atas permintaan Opera.
Setelah bekerja sekian tahun dengan Opra, kini perusahaan itu menuntutnya karena dinilai telah membocorkan rahasia perusahaan ke Mozilla yang merupakan pengembang browser Firefox sekaligus rival Opera. Sebagai bukti dari tuduhan, Opera merujuk pada sebuah video yang menampilkan Hansen dan pimpinan desain produk Firefox Alex Limi berbicara mengenai proyek 'Junior'.
Hansen bekerja dengan Mozilla pada tahun lalu untuk mendesain dan mengembangkan sebuah purwarupa browser untuk iPad dengan kode nama 'Junior'. Dalam video itu, Hansen berbicara tentang proyek 'Junior' yang ternyata membuat Opera kesal karena Limi menunjukkan sejumlah inovasi yang telah dibuat oleh Opera atau kemungkinan masih sedang dalam tahap pembuatan.
Kabar tentang gugatan ini pertama kali dilaporkan oleh surat kabar bisnis Norwegia, Dagens Næringsliv pada pagi ini, waktu setempat. Hansen juga telah membenarkan tentang gugatan yang diajukan Opera terhadapnya.
Hansen menolak berkomentar tentang sejarahnya di Opera, tapi mengatakan bahwa ia dan pengacaranya bertekad untuk membuktikan ia tidak bersalah. Sejauh ini, Hansen masih tetap dengan pendiriannya dan pengacaranya belum melakukan kontak langsung dengan Opera sebagai tindak lanjut kasus ini di pengadilan.


0 komentar:
Post a Comment
Kritik dan Saran anda sangat Saya butuhkan....
Terima Kasih